Hukum KorporasiLegal Consultation

Bagaimana Cara Mengetahui Harga Jual Saham?

764views
Pertanyaan :
Dikarenakan ayah sudah meninggal maka ibu ingin menjual saham ayah kepada perusahaan kontraktor tempat ayah bekerja dulu. Harga saham ayah pada tahun 1982 total berjumlah 1 juta. Tahun 2015 ini ibu menelepon perusahaan tersebut tetapi perusahaan mau membeli saham ayah sejumlah 1 juta rupiah (sesuai dengan total saham). Ibu kecewa karena harga saham tersebut kenapa masih sama seperti dulu, apakah tidak ada kenaikan kurs tahun 1982 dengan tahun 2015 sekarang ini? Mohon penjelasannya berapakah yang seharusnya ibu saya bisa terima dari perusahaan tersebut? Atau memang sudah betul apa yang perusahaan katakan? Perusahaan saat ini masih ada proyek-proyek pembangunan di dalam maupun luar negeri.

Bagaimana Cara Mengetahui Harga Jual Saham?

Intisari:

Untuk menilai suatu besarnya nominal saham dapat diketahui dari anggaran dasar PT tersebut dan untuk menjaga objektifitasnya nominalnya juga meminta bantuan dari jasa penilai (appraisal) untuk menilai perhitungan nilai aset dalam perusahaan tersebut [aset= modal (equity) + kewajiban (liability)], sehingga keluarga Anda dapat mengetahui estimasi dari nilai saham yang merupakan harta warisan dari ayah Anda.

Mengenai perhitungan selisih kurs yang ada antara tahun 1982 dan 2015, belum tentu ada relevansinya dengan nilai nominal saham ayah Anda dalam perusahaan tersebut. Akan tetapi jika maksud Anda adalah bagaimana perhitungan selisih kurs yang berkaitan dengan resiko, hal tersebut dapat dihitung dengan kurs emas.

Penjelasan lebih lanjut, silakan baca ulasan di bawah ini.

Ulasan:

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Saya turut prihatin dengan permasalahan yang keluarga Anda hadapi, semoga permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan cara yang terbaik.

Sayangnya dalam pertanyaan ini, Anda tidak menginformasikan kapan ayah Anda meninggal, apa agama Anda (untuk menentukan pembuatan Surat Keterangan Waris) dan bentuk badan usaha dari perusahaan tersebut apa. Untuk itu, dalam jawaban ini saya berasumsi bahwa ayah Anda meninggal belum lama ini dan badan usaha perusahaan tersebut berbentuk Perseroan Terbatas yang sudah menyesuaikan anggaran dasarnya dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UU PT”).

Sebelumnya perlu saya jelaskan terlebih dahulu bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU PT, definisi Perseroan Terbatas adalah Badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya.

Selanjutnya mengenai saham, tidak dapat saya temukan dalam UU PT. Namun demikian kita dapat menyimak pendapat dari mantan Hakim Agung M. Yahya Harahap dalam bukunya Hukum Perseroan Terbatas, terbitan SInar Grafika (2011), halaman 257, yang mendefinisikan saham sebagai sejumlah uang yang diinvestasikan oleh investor dalam suatu perseroan dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari perseroan dalam bentuk dividen, yang sebanding dengan besarnya uang yang diinvestasikan. Perlu diketahui juga bahwa saham merupakan kekayaan pribadi dari pemegang saham yang termasuk dalam benda bergerak[1], yang dapat dialihkan, dijualbelikan, dan juga diagunkan.

Menjawab pertanyaan pokok Anda, maka berkaitan dengan adanya kepemilikan saham oleh almarhum ayah Anda di perusahaan tersebut, saya menyarankan agar Anda dan seluruh anak-anak yang sah dari ayah dan ibu Anda untuk terlebih dahulu membuat Surat Keterangan Waris. Apabila ayah Anda beragama Islam, maka dapat membuat penetapan waris di pengadilan agama atau secara bawah tangan dan ditandatangani oleh semua ahli waris, diketahui lurah dan dikuatkan camat. Sedangkan apabila Anda beragama non islam, maka Anda dapat membuat surat keterangan waris di hadapan notaris.

Pembuatan keterangan waris ini penting sebagai dasar legalitas bahwa Ibu Anda dan anak-anak yang lahir dari perkawinan almarhum ayah Anda dan ibu Anda adalah ahli waris yang berhak mewaris dari harta waris peninggalan ayah Anda, termasuk saham di perusahaan tersebut.

Untuk menilai suatu besarnya nominal saham dapat diketahui dari anggaran dasar PT tersebut dan untuk menjaga objektifitasnya nominalnya juga meminta bantuan dari jasa penilai (appraisal) untuk menilai perhitungan nilai aset dalam perusahaan tersebut [aset= modal (equity) + kewajiban (liability)], sehingga keluarga Anda dapat mengetahui estimasi dari nilai saham yang merupakan harta warisan dari ayah Anda.

Menjawab pertanyaan Anda perhitungan selisih kurs yang ada antara tahun 1982 dan 2015, saya rasa belum tentu ada relevansinya dengan nilai nominal saham ayah Anda dalam perusahaan tersebut.Akan tetapi jika maksud Anda adalah bagaimana perhitungan selisih kurs yang berkaitan dengan resiko, hal tersebut dapat dihitung dengan kurs emas, sebagaimana yang dimaksud dalam Yurisprudensi MA No 208K/SIP/1971, dengan kaidah hukum sebagai berikut:

Penilaian Uang/Resiko Berdasarkan Yurisprudensi, Perbedaan Harga Mata Uang Baru Dinilai Menurut Harga Emas Membebankan Resikonya Pada Kedua Belah Pihak Secara Setengah-Setengah Akan Tetapi Dalam Hal Ini Seluruh Resiko Dibebankan Kepada Tergugat, Karena Ia Yang Bersalah Yaitu Telah Melepaskan Hak Penggugat Secara Sepihak.

 

Demikian jawaban saya, semoga dapat memberikan pencerahan untuk Anda.

Dasar Hukum:

1.    Kitab Undang-Undang Hukum Perdata;

2.    Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Referensi:

M. Yahya Harahap. Hukum Perseroan Terbatas. SInar Grafika. 2011.

Artikel telah dimuat hukumonline.com Senin, 21 September 2015

Link: http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt55c040aa77675/bagaimana-cara-mengetahui-harga-jual-saham

Leave a Response